Adaptasi Cangkul

Adaptasi Cangkul

Cangkul merupakan produk budaya yang dihasilkan dari proses adaptasi manusia terhadap lingkungan di sekitarnya. Alat pertanian tradisional yang kita sebut dengan pacul/cangkul ini mempunyai keragaman bentuk dan ukuran, yang disesuaikan dengan tanah garapan.
Penyesuaian bentuk cangkul dapat kita lihat pada daun dan tangkai. Lebar daun dan panjang tangkai memiliki ukuran yang berbeda-beda, begitu pula dengan sudut yang menghubungkan kedua bagian tersebut.
Sudut cangkul semakin tajam mengikuti tingkat kemiringan tanah garapan yang semakin curam. "Ada keterkaitan antara bentuk alat pertanian dengan ciri fisik lahan pertanian".
Lereng dan ketinggian menjadi faktor kunci yang mempengaruhi jenis cangkul yang digunakan petani pada setiap wilayah berbeda-beda sesuai dengan kelandaian dan kemiringan daerahnya itu sendiri
Gambar dibawah ini adalah derajat kelerengan mempunyai keterkaitan langsung dengan jenis cangkul.

Keterangan gambar :
  • Warna hijau adalah wilayah penggunaan cangkul
  1. Kait (gbr. 1), digunakan pada wilayah dengan kemiringan 4 - 51.8 derajat
  2. Cagak panjang (grb. 2),digunakan diwilayah dengan kemiringan lahan 1.2 - 21,8 derajat
  3. Cagak sedang (grb. 3) digunakan pada lahan dengan kemiringan 1,2 - 31 derajat
  4. Cagak pendek (grb. 4), digunakan pada lahan dengan kemiringan 1 = 4 derajat
Semoga Adaptasi cangkul ini mencerahkan kita semua...aaamiiiiin

Share this:

Related Posts

Add your comment Hide comment

Disqus Comments