Fungsi, Potensi dan Ciri-Ciri Desa

Fungsi, Potensi dan Ciri-Ciri Desa

FUNGSI DESA adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai pemasok kebutuhan kota (hinterland)
  2. Sebagai sumber tenaga kasar bagi wilayah perkotaan,
  3. Sebagai mitra bagi pembangunan kota,
  4. Sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Indonesia
POTENSI DESA terbagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu :
  1. Potensi FISIK yang meliputi, tanah air, iklim dan cuaca, flora dan fauna,
  2. Potensi NON FISIK, meliputi, warga masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial desa, dan aparatur desa. Jika pemanfaatan potensi di lakukan secara maksimal, maka desa akan berkembang dengan pesat hingga memiliki FUNGSI bagi daerah di sekitarnya maupun berfungsi sebagai penyangga perkotaan.
CIRI-CIRI MASYARAKAT DESA
  • Kehidupan keagamaan di desa lebih kental,
  • Ikatan kekeluargaan dan saling ketergantungan antar warga masyarakat lebih terasa,
  • Pembagian kerja di antara warga kurang tegas dan tidak memiliki batas-batas yang nyata, kebersamaan dan gotong royong masih kuat,
  • Lapangan pekerjaan lebih sedikit, dan jenis pekerjaan yang tersedia di perdesaan tidak banyak
  • Interaksi antar warga tidak berdasarkan kepentingan semata, tetapi jalinan silaturahmi menjadi lebih utama,
  • Pembagian waktu untuk kepentingan orang banyak (misalnya, Ronda) terhadap warga lebih banyak disesuaikan dengan kesibukan masing-masing.
  • Pengaruh dari luar masih sedikit karena perubahan sosial di desa lebih tertutup, dibandingkan di perkotaan.
POLA PERSEBARAN DESA
Di Indonesia pola persebaran desa di bagi menjadi 3 (tiga), yaitu :
POLA MEMANJANG (linier), di bagi menjadi 4 (empat), yaitu :
  1. Pola yang mengikuti jalan. Pola desa yang terdapat di sebelah kiri dan kanan jalan raya atau jalan umum. Pola Linier seperti ini lebih banyak di terapkan pada daerah perdesaan di dataran rendah,
  2. Pola mengikuti sungai. Pola seperti ini bentuknya memanjang mengikuti bentuk sungai, umumnya pola ini dipakai pada wilayah pedalaman,
  3. Pola yang mengikuti rel kereta. Pola ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan SUmatera, karena penduduknya mendekati fasilitas transportasi,
  4. Pola yang mengikuti pantai. Pola desa seperti ini merupakan desa nelayan yang terletak di kawasan pantai yang landai.
Pola memanjang atau linier tujuannya adalah untuk mendekati prasarana transportasi seperti jalan, sungai, rel kereta, bandara, atau pelabuhan,sehingga warga dapat dengan mudah untuk bepergian ke tempat lain, juga pola ini dipakai untuk memudahkan pengiriman barang dan jasa dari dan atau ke desa.
POLA DESA MENYEBAR
  • Pola Desa Menyebar ini umumnya terdapat di daerah pegunungan dan dataran tinggi yang memiliki kontur tanah kasar, permukiman penduduk membentuk kelompok dan unit-unit keluarga yang menyebar.
POLA DESA TERSEBAR
  • Pola Desa Tersebar ini merupakan pola desa yang tidak teratur karne kesuburan tanah yang tidak merata. Pola Desa Tersebar seperti ini terdapat di daerah berkapur dengan topografi yang buruk
Fungsi, Potensi dan Ciri-Ciri Desa, semoga berguna

Share this:

Related Posts

Add your comment Hide comment

Disqus Comments